Sering banget aku dinasihati sama bapak tentang masa depanku nanti..
berbagai wejangan2 penting pun selalu dilontarkan beliau demi kebahagiaan dan kesuksesanku.
Namun apa balasanku? Aku hanya menjawab ‘YA’ saja dengan santai. Walaupun dalam hatiku sendiri belum tentu menyetujui jawaban yang kulontarkan.
Dan……… hari ini, jam ini, menit ini, bahkan detik ini aku menyadari bahwa semua yang dikatakan bapak itu benar.
Aku sampai saat ini masih bingung untuk kuliah dimana dan mengambil jurusan apa..
Kedua orangtuaku mengusulkan agar aku masuk UNJ agar bisa menjadi guru seperti ibuku. Tapi………… sama sekali belum ada minat dalam diri ini untuk mengambil jurusan itu. Aku masih berpikiran untuk nantinya bekerja di sebuah kantor yang….begitulaaaah..
Tapi bapak selalu bilang, “Kamu itu cewek Ran! Nanti kamu akan punya anak. Kamu harus berpikir ke depan! Bagaimana keadaan anakmu nanti ketika kamu sebagai ibunya meninggalkan anakmu kerja seharian?!”
Lalu ku pikir dalam2 perkataan itu. Bapak benar, bapak udah membesarkan aku sampai saat ini, masa aku harus membebaninya lagi dengan mengurus anakku kelak? Aku tidak mau! Saat aku telah dewasa kelak, aku ingin membahagiakan kedua orangtuaku seperti mereka membahagiakanku sejak kecil sampai saat ini. Begitulah kata2 yang terbesit dalam benakku.
Lagi lagi, Tapi………… aku bingung, aku sama sekali tak ada minat untuk kejurusan itu. Dan akhirnya sekarang aku GALAU karena hal ini.