Pages

0

ketika kesabaran dan kedewasaan diuji

Saat itu, dimana aku dan seorang sahabat 'sebut saja dwi' sedang bercerita layaknya seorang teman yang sedang curhat. Keanehan belum terjadi. Hingga malam harinya, ia mengirimkan sms yang berisi bahwa ia saat ini sedang mengagumi teman sekelas kami.
Kaget, tak menyangka. Itulah perasaan yang terjadi dalam diriku, karena selama ini Dwi membenci orang itu, ternyata pepatah yang meyebutkan "BENCI JADI CINTA" itu benar benar telah terjadi dalam kehidupan nyata ini. Dan yang lebih mengagetkan, ia hanya bisa menceritakannya padaku. Sungguh tak dapat dipercaya.
Sampai beberapa hari berlalu dengan cerita yang hanya bisa kami simpan berdua. Tanpa kami sadar, teman sebangku Dwi (mungkin) tak menyukai ini. Aku merasa ia marah pada kami karena kami hanya menyimpan cerita ini berdua tanpa menceritakan padanya.
"Maaf ya kawan" hanya kata itu yang dapat terucap dari bibirku, karena aku sudah berjanji pada Dwi untuk tidak akan menceritakan cerita kecil ini pada siapapun. Aku bingung, aku harus bagaimana.
Tak ada maksud dalam hatiku untuk merahasiakan ini darinya, Namun aku juga tak mau mengingkari janjiku sendiri. Masalah ini benar benar membuat aku mengerti apa arti sebuah persahabatan sesungguhnya..

Mungkin aku salah atas sikapku
Mungkin aku tak adil pada kalian, sahabat sahabatku
Mungkin aku hanya bisa membuat kalian kecewa
Mungkin, mungkin, dan mungkin

Aku juga hanya manusia biasa
Aku ingin memberikan yang terbaik untuk sahabat
Tak ada sediktpun niatku untuk membedakan kalian

Maafkan aku
atas semua kesalahan yang telah ku perbuat
Maafkan aku
yang belum bisa menjadi sahabat yang baik
Maafkan aku
yang mungkin tak pantas dekat dengan kalian
Maafkan....

* positif thinking *dewasa *kepala dingin *sabar *tawakkal
untuk menyelesaikan sebuah masalah

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top