Pages

0

RAPOT bikin REPOT

Assalamu'alaikum..
haloo readers..

ini postingku yang ke 80 nih.. masih sedikit sih bagi yang addict sama blogging. tapi kalo buat aku, segini udah cukup banyak. ya, karena aku ga addict sama blogging. blogging cukup jadi temen curhat kedua kali ya selain ALLAH SWT pastinya :)

naaah, di posting yang ke 80 ini aku jadi bingung mau cerita apa. hehe
heemmm... *mikir*
triiiing... yap, aku mau cerita tentang RAPORT ku nih yang lagi marak banget dibahas di facebook maupun twitter. huuuh..

pagi itu ga henti hentinya jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. aku berusaha untuk menenangkan diriku sendiri. namun payah, aku tak bisa berbuat apapun menghadapi kegugupanku sendiri.

"sebenarnya apa yang perlu aku takutkan hingga aku gugup seperti ini?" pikirku.
seharusnya tak ada yang perlu dikhawatirkan. karena ini semua adalah hasil kerjaku selama 6 bulan terakhir ini. apapun hasilnya seharusnya aku sudah siap untuk menerimanya. namun aku terlalu payah hingga aku tak dapat mengendalikan kegugupan itu.

Dan benar saja, kegugupanku bukan tanpa arti. bapak sudah sampai dirumah setelah mengambil raport ku. aku pun sudah mempersiapkan mental dengan apapun yang akan dikatakan bapak padaku.
"nilai kamu turun cukup drastis. nah itulah akibatnya karena kamu tidak pernah nurut dengan orangtua. jangan kamu pikir, itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap prestasimu. orangtua sangat berperan penting dalam proses meraih prestasimu." jelasnya.
aku hanya dapat diam. tertunduk tanpa daya dan tanpa adanya keberanian untuk mengucap sepatah kata pun.

"kata-kata bapak itu 100% benar. aku selama 6 bulan terakhir ini memang bisa dibilang lebih bandel daripada sebelumnya." pikirku.
jantungku mulai menormalkan degupannya. aku pun sudah mulai dapat menenangkan diri. namun jauh di dalam hatiku, aku merasa sangat bersalah pada kedua orangtuaku.
"aku mengecewakan mereka. aku tak bisa membuat mereka bahagia. anak macam apa aku ini?!" marahku dalam hati.
namun nasi telah menjadi bubur. semua sudah berlalu. usahaku selama ini sudah tertulis dalam sebuah buku bersampul abu-abu berlambangkan sekolahku sebagai result atas seluruh usaha yang telah ku lakukan.

penyesalan, amarah, kekecewaan, seluruhnya ada dalam hatiku saat ini. namun dengan adanya perasaan seperti ini apakah dapat mengubah hasil raportku saat ini? TIDAK, perasaan yang berkecambuk dalam hatiku saat ini justru bisa menjadi boomerang dimasa yang akan datang.
"Okey, sekarang udah bukan waktunya nyesel dan sedih sedihan lagi. Move on! Cheering! Don't stay in this situation! come on!" ucapku dengan bersemangat.

mulai sekarang, aku akan belajar untuk belajar lebih dewasa. sabar dalam menghadapi masalah TANPA EMOSI. dan........ yang terpenting, harus makin nurut sama orangtua dan harus makin rajin menjalankan perintah ALLAH. Karena apa? karena itulah resep kesuksesan yang penting setelah usaha yang telah dijalankan.

Good Luck girl! Semangat ukhti (yang merasakan hal yang sama seperti aku) .
Okey, sekian dulu ya sedikit cerita dariku tentang pembagian raport yang menegangkan. Sampai jumpa di postingku selanjutnya, readers :))

Wassalamu'alaikum..

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top