Pages

0

MABIM ooooh~ MABIM


Assalamualaikum readers, pusing ya liat tulisannya? Maaf yah, buat variasi aja kok biar ga bosen hehee :D Alhamdulillah aku masih dikasih waktu untuk sedikit bercerita pengalaman yang baru saja ku lewati... yeeaaaahhh cekidot :D

Hari ini, hari kamis pertamaku setelah mabim usai. Malam hari ini aku sedikit refresh otakku untuk sementara waktu dengn membuat tulisan ini. Aku membuat tulisan ini sebagai draft, dan entah kapan aku akan post tulisan ini dalam blog tercintaku.
Masih teringat ketika PSAF selesai dengn segala euphoria yang ada didalamnya. Ketika itu kami (maba FKM UI) benar- benar merasa udara kebebasan yang akan segera kami rasakan. Namun ternyataaaa…………..*jengjeng* masih ada MABIM.  Mabim adalah masa bimbingan yang ternyata didalamnya terdapat banyak tugas. Tugas yang ketika aku mendapatkannya seakan tak sanggup aku terima dan kerjakan. Mulai dari tandatangan warga FKM sampai resume-resume disetiap kegiatan yang kami lakukan selama mabim. Awalnya memang benar saja kalau tugas mabim itu berat. Dimulai dari bukunya aja udah ribet meeeeeeeeeeennnn… Bayangin aja, buku mabim angkatan kami berbentuk awan dengan 121 lembar. Kalau tanganku bisa teriak, pasti dia udah teriak kesakitan karena menggunting 121 lembar kertas dengan bentuk awan. Itu baru tugas pertama lohh.. Tugas-tugas yang lain ga kalah beratnya dari tugas pertama tadi. *tariknafas* “okey, gue pasti bisa lewatin ini semua” ucapku dalam hati. Oh iya, di setiap minggu, tepatnya pada hari jumat, ada evaluasi mabim. Di hari itu tugas-tugas kami diperiksa hingga sedetail mungkin *salut buat kakak pemeriksa* (y). Nah, ritual anak-anak FKM UI 2012 selama mabim adalah begadang di setiap malam jumat, agak horror sih tapi memang itu kenyataannya. Mungkin karena tugas kuliah yang udah banyak dan bertumpuk-tumpuk, jadi kami semua menjadi DEADLINERS untuk tugas mabim. Hahahaaaaa~ entah kenapa, selalu ketawa kalau inget masa-masa itu.
Fix. Aku ga akan ngejelasin panjang lebar tentang evaluasi-evaluasi selama sebulan kemarin. Yang jelas, di setiap evaluasi ada esensi-esensi yang ngena di hati *menurut gue*. Nah, setelah evaluasi mabim ke-4, kami mengikuti simulasi aksi yang diadakan panitia OKK. Acara itu bener-bener tak terduga deh. Bayangin aja, aku datang ke kampus dengan pakaian rapi + atribut (karena mabim belum resmi selesai), eeeeeeh pulang dengan penampilan yang basah kuyup. Kenapa bisa basah kuyup? Simple. Waktu simulasi aksi, panitia nyewa pemadam kebakaran dan kami disiram dengan air dari pemadam kebakaran tersebut. Dalam simulasi aksi kemarin, aku jadi border lohh, percaya ga percaya tapi emang bener kalo aku jadi border. Dan kalian tau? Sampai rumah dan selama dua hari tanganku sakit karena jadi border. Hahahaaa~
Dan setelah mabim ini, selama seminggu kami benar-benar merasakan segarnya udara kebebasan. Tanpa tugas dan tanpa atribut. Tapi perjuangan belum selesai. Masih ada magang (masih gantung magang dimana), dan tribute. Namun aku sadar dan yakin bahwa perjuangan yang sebenarnya adalah perjuangan kami bertahan hidup dengan kehidupan kampus yang “kejam”.
“PERJUANGAN MASIH PANJANG, KAWAN! SELURUH RANGKAIAN OKK HANYALAH GAMBARAN KECIL KEHIDUPAN KITA DI KAMPUS. SETELAH OKK, SAAT ITULAH WAKTUNYA KITA MELAKUKAN PEMBUKTIAN BAHWA KITA PANTAS UNTUK TETAP BERTAHAN DAN BERSAING SECARA SEHAT DI KAMPUS SELAMA 4 TAHUN KE DEPAN!”

0 komentar:

Posting Komentar

Back to Top